DAYA SAING SEMAKIN TERGERUS SEGERA BUAT KEBIJAKAN PENYELAMAT

Ekonomi - 29/10/2013 12:05

Kadin Kota Bandung meminta pemerintah segera membuat kebijakan-kebijakan yang bisa meningkatkan daya saing produk nasional di pasar dalam negeri . Pasalnya, berbagai kenaikan harga secara beruntun sepanjang tahun ini menjadi disinsentif  yang menggerus daya saing.

“ Jika tidak segera ada tindakan, produk kita akan kalah habis-habisan saat implementasi masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015” ujar Ketua Kadin Kota Bandung Deden Y. Hidayat , Jum’at (25/10/2013).

Ia menjelaskan, berbagai kenaikan harga yang terjadi mulai dari harga BBM, suku bunga bank, menguatnya dolar AS terhadap rupiah, naiknya tariff dasar listrik, sampai kenaikan tarif tol , berlangsung secara beruntun tahun ini. Hal ini menyebabkan iklim usaha tidak kondusif. Berbagai kenaikan harga tidak hanya menyebabkan berbagai biaya dalam proses produksi membengkak signifikan, tetapi juga membuat daya beli masyarakat menurun drastic.

“Artinya, daya saing produk kita di pasar domestik turun besar-besaran, akibat masalah dari sisi supply dan demand sekaligus. Di sisi supply, kenaikan biaya produksi  memaksa harga jual dinaikkan, dan pada saat yang sama kemampuan masyarakat membeli barang juga menurun,” katanya.

Celakanya, tutur dia dalam kondisi seperti ini berbagai produk impor lebih mudah masuk dengan semakin mapannya pasar bebas di perekonomian dunia, bahkan, saat ini banyak produk nasional yang sudah kalah bersaing dengan produk-produk impor berbagai harga murah, misalnya beberapa produk dari industry TPT, mainan, industry alas kaki, dan industry alat-alat rumah tangga.

“ semakin dibiarkan, akan semakin banyak industri kalah bersaing. Bahanyanya, akan mendapat percepatan dengan banyaknya industriawan beralih menjadi pedagang impor. Pemerintah harus segera mengambil kebijakan untuk tangani itu, mungkin semacam cash program, “ katanya.(PR) 

 

comments powered by Disqus