Cara Menentukan Harga Jual (Bagian I)

Ekonomi - 09/10/2013 10:51

 

Tanya :

            Saya sudah empat tahun menjalankan usaha mebel, khususnya dalam pembuatan meja. Produk saya dijual ritel dan secara rutin menerima order juga dari beberapa pelanggan. Selama ini, saya menentukan harga jual hanya dikira-kira saja, dengan pertimbangan yang penting dapat bertahan.

Saat ini, karena penjualan cukup stabil, saya ingin mengembangkan usaha dengan cara yang benar. Terutama dalam menentukan harga jual. Berapa sebenarnya margin yang harus saya ambil?

Bagaimana saya menentukan harga pokok produk? Dari mana saya harus mulai mengitungnya? Mohon penjelasannya. Terima kasih

 

                                                                                                                                 Yana, Bandung

 

Jawab :

Langkah pertama adalah menghitung pembiayaan dalam usaha anda. Tampaknya sederhana, tapi banyak sekali teman-teman UKM yang tidak memahami hal tersebut, sehingga kesulitan dalam menjalankan usahanya padahal, dengan mengetahui biaya yang anda keluarkan anda bisa menetapkan harga jual atau mengestimasi / mengetahui berapa keuntungan atau kerugian usaha anda.

Anda juga bisa mengidentisifikasi biaya mana saja yang sebenarnya masih bisa dikurangi. Selain itu dengan mengetahui perhitungan biaya, anda bisa melakukan berbagai perencanaan untuk mengembangkan usaha anda.

Secara umum, biaya-biaya dibagi dua kategori biaya langsung dan biaya tak langsung. Biaya langsung adalah biaya yang melekat secara langsung pada produk atau jasa yang dihasilkan. Misalnya : biaya bahan ( bahan baku dan penunjang yang digunakan dalam proses produksi) dan biaya tenaga kerja (upah dan tunjangan pekerja seperti uang makan, sumbangan melahirkan, dll.)

Sedangkan biaya yang tidak langsung adalah biaya-biaya lain yang tidak terkait proses produksi, tetapi tetap anda butuhkan untuk menjalankan usaha. Misalnya, biaya sewa tempat, listrik, telepon, perawatan mesin, biaya penjualan (pengiriman), bunga bank (jika mendapat kredit bank).

Untuk menghitung biaya langsung langkah pertama anda bisa melihat kwitansi pembayaran upah bulanan. Misalnya, anda mempekerjakan 5 orang pekerja dengan gaji dan tunjangan Rp. 1.000.000 per bulan dan seorang mandor dengan gaji Rp. 1.250.000 per bulan.

Dalam seminggu ada lima hari kerja dengan 8 jam kerja per hari. Sehingga perhitungannya 5 pekerja X Rp. 1 juta = Rp. 5 juta, ditambah 1 mandor X Rp. 1.250.000 = Rp. 1.250.000

Maka setiap bulan biaya langsung yang harus dibayar adalah Rp. 6.250.000. lalu hitung dalam 1 tahun (untuk memudahkan proyeksi bisnis) maka jumlahnya Rp. 75 juta.

Langkah ke-2 adalah menghitung jam kerja selama setahun. Jika dalam setahun terdapat 47 minggu, maka total jam kerja adalah 47 X 40 jam (jam kerja selama seminggu) X 5 (pekerja) = 9.400 jam.

Sehingga biaya langsung perjamnya adalah Rp. 75 juta : 9400 (jam) = Rp. 7.978.72 sehingga dibulatkan menjadi Rp. 7.980 /jam.

Langkah ketiga, menghitung biaya permeja misalnya, berdasarkan pengalaman untuk membuat satu meja debutuhkan 8 jam kerja dengan 2 pekerja, artinya membutuhkan 16 jam kerja. Sehingga jika dihitung dalam biaya langsung dalam pembuatan satu meja adlah 16 jam X Rp. 7.980 = Rp. 127.680 per meja (Bersambung ) ***

 

comments powered by Disqus