Bandung Siap Hadapi MEA

Ekonomi - 29/08/2016 12:42

Kota Bandung sudah siap menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Hal itu ditandai telah diluncurkannya brand Little Bandung yang akan menjadi pusat produk-produk kota Bandung. Hal itu dikemukakan Walikota Bandung Ridwan Kamil, disela-sela acara seminar Peluang dan Tantangan Dunia Usaha dalam Mengarungi Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), di Gedung Merdeka, Bandung, Rabu (24/8/2016) malam. Kegiatan yang merupakan antara kerja sama Kadin Jabar dan Kementerian Luar Negeri RI tersebut, dalam rangka memperingati HUT Ke-49 ASEAN.

 

Ridwan Kamil mengungkapkan, sudah ada komitmen penjualan senilai Rp. 70 miliar dari peluncuran brand tersebut. Menurutnya, little Bandung yang merupakan Brand promosi usaha kecil menengah dari Kota Bandung, sejauh ini baru berdiri di Asia, khususnya Asia Tenggara.

Pemasaran produk Bandung tersebut akan semakin luas karena pekan lalu pemkot Bandung telah mengadakan pertemuan dengan sejumlah negara di Amerika Selatan. “sudah ada lima duta besar negara Amerika Selatan yang membawa produk Bandung untuk dipamerkan di negara mereka. Produknya lebih ke fashion, kerajinan tangan, dan makanan kering,” ujar dia.

 

Kerja sama Bandung dan negara-negara tersebut telah diawali pertemuan bisnis “Selling You Product In South America dan Carribean” di Hotel Best Western Premier La Grande, Jalan Merdeka.

 

Produk Dalam Negeri

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa dalam pembukaan seminar mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen terus meningkatkan daya saing wilayah ini diera MEA. Sejumlah perbaikan untuk mendukung dunia usaha terus dilakukan, tetapi upaya tersebut dinilai akan maksimal apabila tidak didukung oleh masyarakat luas dengan menggunakan produk dalam negeri.

 

Iwa mengatakan, hal yang dapat dilakukan oleh Pemerintah daerah dalam komitmen Cetak Biru MEAadalah pada peningkatan daya saing. Hal tersebut dapat diraih melalui perbaikan kemudahan berusaha, tata kelola ekonomi daerah yang baik seperti pada akses lahan, infrastruktur, kualitas peraturan daerah, biaya transaksi, dan keamanan. Kemudian yang tak kalah pentingnya identifikasi dan reformasi peraturan yang tumpang tindih dan menjadi hambatan kegiatan berusaha serta penyederhana perizinan yang terkait dengan kemudahan berusaha.

 

“Pemerintah Jabar dalam menyikapi implementasi MEA telah menyiapkan beberapa langkah dan antisipasi, baik dari sisi SDM maupun kualitas barang dan jasa. Termasuk perijinan usaha di daerah, sertifikasi pekerjaan, peningkatan kualitas UKM, serta kemudahan urusan (ijin usaha). Ke depan usaha semakin kita permudah. Jika di pusat perijinan yang asalnya setahun jadi 3 jam, begitu pula Jabar. Semua perijinan kita permudah “ ujar Iwa.

 

Sementara itu, Ketua Kadin Kota Bandung Iwa artiwa mengatakan, era MEA menuntut para pengusaha meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan sesuatu yang tidak ditawari lagi dalam persaingan global.

 

“penguasaan teknis menjadi penting dalam era ini, tetapi manajemen dalam pengelolaanyajuga menjadi penting guna tercapainya efektivitas dan efisiensi,” ujarnya.

 

Oleh karena itu, lanjut Iwa, peningkatan kualitas SDM bagi para pengusaha di kota Bandung. Baik dalam sisi teknis maupun manajemen akan menjadi program unggulan Kadin Kota Bandung ke depan. Hal itu dimaksudkan agar para pengusaha lokal tidak tertinggal dalam persaingan ekonomi global.

 

Dalam acara tersebut, Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal Sutisno sekaligus mengukuhkan Dewan Pengurus Kadin Kota Bandung masa bakti 2016-2021. (YK)

comments powered by Disqus