2030, Ekonomi Indonesia Nomor Tujuh Dunia

Ekonomi - 19/09/2012 10:38

Konsultan internasional McKinsey Global Institut (MGI) meramalkan Indonesia akan mempati posisi ketujuh dunia, sebagai negara dengan skala ekonomi terbesar pada tahun 2030.

Dalam analisis McKinsey yang bertajuk “The Archipelago economy”yang dirilis selasa (18/9), Directur MGI, Richard Dobbs menjelaskan, Indonesia bisa menjadi negara terbesar ketujuh dalam skala ekonomi pada 2030, menyalip Jerman dan inggris. Ia memperkirakan perekonomian Indonesia pada 2030 akan ditopang oleh empat sektor utama yaitu bidang jasa, pertamina, dan perikanan. Serta sumber daya alam.

Dobbs memprediksi, utang Indonesia turun 70 persen pada tahun 2030, dan lebih rendah dibanding utang negara-negara yang bergabung dalam organisasi pengembangan dan kerja sama ekonomi (OECD) dan BRIC (Brasil, Rusia, India, dan China).

Menurut dia, ekonomi Indonesia akan terus tumbuh dengan didorong kekuatan regional. Dalam 15 tahun ke depan, 1,8 miliar orang kelas konsumen di dunia, sebagian besar di asia.

Dalam laporan McKinsey, Indonesia telah menjadi salah satu titik terang ekonomi global dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi 6,5 persen pada tahun lalu, tertinggi sejak krisis keuangan Asia pada akhir 1990-an, akan terus dipertahankan di kisaran 6,1 -6,5 persen pada tahun ini. Pertumbuhan itu tak lain dipicu oleh tingkat konsumen lokal yang tinggi. Kelas masyarakat konsumen Indonesia akan semakin luas dengan daya beli yang meningkat signifikan. Mereka inilah yang memiliki pendapatan bersih melebihi 3.600 dolar AS per tahun.

MGI mencatat Indonesia memiliki 90 juta orang yang berpotensi masuk ke dalam kelas konsumen. Hal ini sejalan dengan populasi yang tumbuh pesat dan urbanisasi yang berlanjut.

Chairman McKinsey Indonesia Raoul Oberman, menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus diuntungkan dengan sejumlah tren yang kuat. Indonesia terletak di jantung kawasan ekonomi paling dinamis di dunia. Dalam 15 tahun mendatang, kelas konsumen global diestimasikan akan tumbuh meningkatkan permintaan akan sumber daya dan komoditas Indonesia.

Guna memastikan kesinambungan ekonomi jangka panjang, Indonesia perlu mengatasi tantangan dalam mengelola kebutuhan (demand) yang terus meningkat. Kebutuhan energi di Indonesia, dapat meningkat tiga kali lipat dalam 20 tahun mendatang. Sementara kebutuhan baja akan tumbuh 170 persen dalam periode yang sama. Pada 2030, kebutuhan air akan melebihi jumlah pasokan sebesar lebih dari 20 persen.

Menanggapi prediksi tersebut, Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar menilai prediksi tersebut dapat tercapai asal Indonesia bisa menjaga momentum pertumbuhan.

“Melihat PDB Indonesia yang didorong pada daya beli masyarakat yang memiliki populasi sekitar 280 juta maka produksi tersebut saya rasa masuk akal,”kata Mahendra. (PR)

comments powered by Disqus