Berita

BENTENG KUTO BESAK DALAM WARNA-WARNI SUMATERA SELATAN

Video Mapping Sejarah Sumatera Selatan pada Festival Sriwijaya XXV 2016

Palembang, 18-24 Juli 2016

 

PALEMBANG, ―Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi  (PDPE) Sumatera Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) mempersembahkan Video Mapping Benteng Kuto Besak pada puncak perayaan festival Sriwijaya XXV yang akan dilaksanakan pada 24 Juli 2016 di Benteng Kuto Besak, Palembang.

 

“Penyelenggaraan Festival Sriwijaya berlatar belakang bahwa Sumsel memiliki keanekaragaman budaya yang layak untuk dirayakan sekaligus dilestarikan. Festival ini diselenggarakan sebagai sarana promosi wisata daerah, meningkatkan kunjungan wisatawan dan sebagai upaya pelestarian kebudayaan khas daerah Sumsel. Oleh karenanya melalui tayangan video mapping diharapkan proses transfer budaya dan sejarah akan lebih mudah dilakukan ke masyarakat karena melalui media yang kekinian, menghibur dan unik.” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga

Nilai sejarah dan budaya yang dimiliki oleh Benteng Kuto Besak membuat Pemprov Sumsel memercayakan penggarapan Video Mapping ini ke Sembilan Matahari, studio kreatif yang dikenal handal dalam menggarap karya Video Mapping di monumen-monumen bersejarah. Sebut saja Gedung Sate, Museum Fatahillah, Museum Batik Pekalongan dan Gedung Merdeka telah menjadi bidang tembak (fasad) dari karya sembilan Matahari. Bahkan kemampuan Sembilan Matahari telah diakui kiprahnya secara internasional karena berhasil memenangkan festival video mapping di Rusia dengan fasad Paviliun Pusat Gedung VDNHK yang merupakan bangunan ikonik dan bersejarah kota Moskow.

 

Video mapping arahan Sembilan Matahari akan memberikan warna pada masa kejayaan Benteng Kuto Besak, Palembang. Video mapping ini merupakan sebuah rangkaian eksplorasi audio-visual untuk mengukir kembali masa kejayaan Benteng Kuto Besak sebagai benteng pertama yang dibangun oleh pribumi dan menjadi benteng Kesultanan Sriwijaya.

 

“Video mapping kali ini memiliki konsep linier dengan menginfuse beberapa sejarah Benteng Kuto Besak dan Palembang. Melalui teknik proyeksi video dengan medium cahaya, Benteng Kuto Besak akan mengajak pengunjung dan masyarakat sekitar-nya untuk mengikuti perjalanan imajinasi terhadap transformasi realitas fisik. Sebuah rangkaian eksplorasi audio dan visual terhadap konstruksi Benteng Kuto Besak yang akan membelokkan perspektif pikiran anda menuju kemungkinan-kemungkinan baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan melalui pendekatan warna-warna yang mewakili spirit masyarakat Sumatera Selatan.” ujar Yusvatria Adri Chief Creative Officer Sembilan Matahari.

Perpaduan beragam warna yang akan menjadi salah satu kekuatan pada penampilan video mapping kali ini didukung penuh oleh PT. EPSON INDONESIA dengan menghadirkan proyektor EB-Z11000, berteknologi 3LCD dengan tingkat kecerahan 11.000 lumens yang menghasilkan gambar yang tajam dan natural, serta kualitas warna yang tinggi dan presisi guna menghadirkan kilas balik sejarah dan kekayaan budaya Sumatera Selatan dengan mengadaptasi teknologi kreatif dalam proses penyajiannya. Masyarakat Sumatera Selatan akan diajak untuk memasuki lorong waktu pada masa kejayaan Benteng Kuto Besak.

 

 “Video mapping ini akan menceritakan mengenai nilai-nilai perjuangan Kerajaan Sriwijaya pada masanya. Pemilihan Benteng Kuto Besak menjadi salah satu warisan budaya kebanggaan Sumatera Selatan karena telah menyimpan banyak sejarah dan mencapai puncak kejayaan pada masanya. Hal ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat bahwa Benteng Kuto Besak adalah warisan budaya yang perlu kita pelihara dan pertahankan bersama-sama. Diharapkan video mapping bisa menjadi tayangan reguler tiap tahunnya pada perhelatan Festival Sriwijaya, sehingga tidak hanya memiliki fungsi edukasi namun bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah dan budaya Sumatera Selatan menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Irene Camelyn Sinaga .

CEO Sembilan Matahari - Muhammad Adi panuntun adalah Putra Indonesia berbakat dan berprestasi tingkat dunia dalam bidang Teknologi Informasi & Komunikasi merupakan pengusaha kreatif asal Bandung - Jawa Barat.

Kadin Kota Bandung berkomitmen untuk mengembangkan pengusaha-pengusaha agar potensi-potensinya mampu memimpin persaingan di dalam negeri maupun internasional.

 

comments powered by Disqus