Berita

Kadin Bandung Siap Operasikan LSP

Saat ini, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung siap mengoperasikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

 

Ketua Kadin Kota Bandung Deden Y Hidayat mengatakan, prosesnya kini hanya menunggu rekomendasi dari Pemkot Bandung.

 

“Dari segi SDM (sumber daya manusia) dan asesor sebenarnya kita sudah siap. Dari aturan LSP yang mensyaratkan harus ada enam orang, kita sekarang sudah memiliki 12 orang asesor yang mendapat lisensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi),”kata Deden saat ditemui di Graha Kadin Kota Bandung, Senin (1/2).

 

Menurutnya, pengoperasian LSP ini semula akan dimulai Januari kemarin. Namun, dikarenakan factor nonteknis, prosesnya tertunda. Sebab, belum lama ini ada mutasi sejumlah pejabat Pemkot Bandung.

 

Pemberlakuan zona Masyarakat Ekonomi ASEAN (MBA) ini tak hanya menjadi akses keluar masuk barang dan jasa. Namun, MEA pun mengkomodasi tenaga kerja secara bebas.

 

Dengan MEA ini, dunia usaha di ASEAN itu harus siap dengan tiga unsur, yakni teknologi, arus modal dengan tingkat satu suku bunga lebih rendah, dan ketenagakerjaan.

 

Khusus masalah ketenagakerjaan, Kadin Kota Bandung meresponnya dengan akan menggunakan sertifikasi profesi. Deden Y Hidayat menyebutkan, program ini untuk menghadapi pemberlakuan MEA pada 2016 ini.

 

“Sertifikasi ini sangat penting. Mengingat kompetensi secara praktis saja tidak cukup jika dihadapkan pada era perdagangan bebas seperti MEA. Tenaga kerja kita juga harus bisa membuktikan skill-nya dengan bukti hitam diatas putih melalui proses sertifikasi profesi,” ujar Deden.

 

Sejauh ini, Kadin Kota Bandung masih mengkaji bidang kerja apa yang harus menyerbu Bandung. Berdasarkan skala prioritas itu, LSP akan menggandeng sejumlah lembaga dan intansi berkompeten.

 

Sementara, Direktur Eksekutif Kadin Kota Bandung Iman Hikmat mengatakan pihaknya telah mempersiapkan sejumlah asesor yang dimiliki. Ke-12 orang asesor itu mengikuti sejumlah tahapan terkait pengujian kompetensi, proses audit, hingga asesor kompetensi. Tahapan ini dilakukan pada beberapa bulan pada terakhir 2015 lalu.

 

“Mereka sudah diberikan pelatihan untuk penyusunan dokumen yang berlangsung di Jakarta dari 14 tahapan yang disyaratkan, kita sudah melengkapi dan Kadin siap mengoperasikan LSP,” ucapnya.

 

Persyaratan lain, LSP ini harus didukung asosiasi profesi terkait dan pemerintahan daerah. Sejauh in, pihaknya mendapat dukungan dari Asosiasi Sarjanadan Praktisi Administrasi Perkantoran Indonesia (ASPAPI) Jabar yang berkantor di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Asosiasi ini diakuinya sebagai pusat ahli administrasi perkantoran.

Pengoperasian LSP ini diakuinya hanya menunggu rekomendasi dari Pemkot Bandung. Pasalnya, itu pun harus mendapat dukungan dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Dinas Perusahaan Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), dan Bagian Ekonomi Pemkot Bandung.

 

“Setelah mendapat rekomendasi (dari Pemkot Bandung) itu tahapan selanjutnya tinggal menyerahkan ke BNSP untuk mendapatkan lisensi. Tempatnya, nanti LSP ini berada di Graha Kadin Kota Bandung ini,” ucapnya.

 

Pengoperasian LSP ini diakuinya hanya menunggu rekomendasi dari Pemkot Bandung. Pasalnya, itu pun harus mendapat dukungan dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Dinas Penndustrian dan perdagangan (Disperindag), dan Bagian Ekonomi Pemkot Bandung.

 

 “Setelah mendapat rekomendasi (dari Pemkot Bandung) itu tahapan selanjutnya tinggal menyerahkan ke BNSP untuk mendapatkan lisensi. Saat ini sebenarnya kita sudah bisa melakukan asesor. Tempatnya, nanti LSP ini berada di Graha Kadin Kota Bandung ini,” ucapnya.

 

Tak hanya di Jabar, sebagai kepanjangan tangan BNSP, LSP Kota Bandung ini diprediksikan bisa menggarap proses sertifikasi di provansi tetangga. Pasalnya sejauh ini secara nasional baru Kadin Kota Bandung yang mengantongi serifikasi ISO 9001:2008 tentang manajemen mutu.

 

Mengenai profesi yang diujikompetensikan, Iman menyebutkan sertifikasi itu bisa untuk ahli perkantoran, tenaga marketing, perawat, dan lainnya. Namun pada tahap awal ini pihaknya fokud untuk sertifikasi kompetensi ahli perkantoran. Ke depan, pihaknya akan menjadi asesor ahli teknologi infomasi, serta ahli tekstil dan produk tekstil (TPT). (Inilah Koran)

comments powered by Disqus